Sundel Bolonk takut jatuh juga :))

Dinten ieu abdi kenging email deui anu lucu, katingalna ieu mah saeu kanggo ngahibur pengunjung blog ieuuuuu….hihihihihihihiiiiiiiiii…… ni isinya..::::::

Di Riau, yang namanya becak … lain banget ama becak di jawa . Becak di riau itu ditarik dari depan. Jadi si abang becak ada di depan dan penumpangnya duduk di belakang.
Para abang becak di sana telah mengenal 1 daerah yang konon katanya angker abis! Pokoknya jarang ada orang yang mao lewatin tuh jalan.

Jam sembilan malem aja biasanya udah sepi kaya jam 12 malem, cuma ada suara lolongan anjing-anjing kedinginan.
Suatu ketika, ada seorang abang becak yang baru pulang nganterin penumpang, dan entah gimana, jalan buat balik ke rumah yang biasanya dia lewatin, di-TUTUP ada kondangan kali. Akhirnya dia dengan terpaksa melewati jalan angker tersebut dengan hati yang berat.

Eh … pas di tengah-tengah jalan, tiba-tiba ada seorang gadis yang cuuantiiiiikkkkkkkk banget, kaya siti nurhaliza yang pake baju putih, wajahnya agak pucet, rambutnya panjang sepinggang, dan gadis tersebut sangat wangi, kaya orang abis mandi kembang. Gadis itu menghentikan becaknya si abang. Si abang yang kmerinding setengah mati, akhirnya mau juga berhenti, walaupun keringat dingin udah mengalir. Gadis tersebut minta dianter sampai ke ujung jalan. Karena saking ketakutan Si abang gak berani komentar saat si gadis menaiki becaknya.

Berhubung si abang udah ketakutan setengah mati, dia menarik becaknya sekencang mungkin. Begitu sampai di ujung jalan, si abang merasa, becaknya enteng seperti tidak ada penumpangnya. mampus deh gw!! Lalu dia menengok ke belakang ………

.. NAH LHO!!!! gadis tersebut ngilang!! si abang makin jiper dong!!.

Besok malamnya, entah gimana, si abang becak kepaksa lewat jalan angker itu lagi. Disana biasanya kalo acara kondangan ampe tujuh hari tujuh malem!! dan sekali lagi apes banget ketemu ama gadis yang semalem. Sama seperti kejadian kemarin, gadis tersebut minta diantar ke ujung jalan. Si abang yang udah makin takut saja karena peristiwa kemaren malem, makin ngebut membawa becaknya. “Moga-moga gw gak diapa-apain”, batinnya.

Eh … pas lagi ngebut-ngebut gitu, tiba-tiba gadis tersebut nepok bahu si abang becak. Wah…si abang kaget setengah mati, hampir aja dia loncat dari becaknya!! Begitu dia berhenti dan nengok belakang ….. si gadis cantik berkata, “Bang, bawa becaknya pelan-pelan aja,
entar saya jatuh lagi lho … kaya kemaren!” liat jidat saya lecet nih!!

wah… bener2 lega si abang, ternyata tuh cewe bukan setan!! hehehe…
“maap ya neng, saya kira eneng setan!!” kata si abang..
si gadis jawab ” yaudah bang kali ini saya maapin, laen kali jangan ngebut2 lagi ya!! mana punggung udah bolong… jidat lecet lagi!! biar saya setan juga bawa duit kali, udah gak jaman bayar pake daun! saya naik becak bukannya karena gak bisa terbang, tapi takut rambut saya rusak! kaya’ gak tau orang mau kondangan apa??! yaudah nih duitnya! ambil aja kembaliannya.

Abang Becak langsung Pingsan ditempat.

Sumber ::: email berantai :::

Nasehat para ulama tentang tragedi Palestina

 

Salah satu prinsip penting yang harus dimiliki oleh setiap muslim adalah berilmu terlebih dahulu sebelum ia berucap atau beramal. Segala ucapan, sikap, tindakan, dan perbuatan seorang muslim harus ditegakkan di atas ilmu, yaitu ilmu yang bersumber dari bimbingan Al-Qur`an dan As-Sunnah serta bimbingan generasi as-salafush shalih. Bukan semata-mata karena emosi, perasaan, Read more »

RAHASIA DI BALIK KEISTIMEWAAN KA’BAH

Berdasarkan hasil penelitian yang dikemukakan oleh Neil Amstrong dan diperkuat dengan penelitian oleh Mr. Yasin seorang peneliti warga Palestina mengungkapkan bahwa Ka’bah merupakan jantung dari jagad raya ini. Maka pantaslah sekiranya waktu ka’bah menggantikan standar waktu Greenwich.

Bukan itu saja bahkan ketika pengambilan foto planet mars terlihat bahwa bumi memancarkan suatu radiasi yang tidak berujung. Radiasi ini diperkirakan oleh mereka bahwa radiasi berasal dari ka’bah yang menghubungkan ka’bah di bumi ke ka’bah di akhirat.

Diketahui pula bahwa ka’bah merupakan daerah “Zero Magnetic” yang mana merupakan daerah pertemuan tarik menarik antara kutub selatan dan kutub utara sehingga di ka’bah tidak memiliki daya magnet. Apabila memegang kompas di sekitar ka’bah maka jarum tidak akan bergerak ke arah manapun. Dari hasil penelitian bahwa orang yang melakukan tawaf di ka’bah seperti di carge oleh sebuah kekuatan yang bisa membuat tubuh lebih segar kembali dan lebih sehat karena disana tidak terpengaruh oleh adanya gaya gravitasi bumi.

Maka wajarlah apabila ada seseorang yang baru pulang dari mekkah setelah melaksanakan umroh ataupun naik haji mereka merasa adanya energi yang membuat mereka merasa menjadi seseorang yang baru, dan mereka sering menginginkan untuk datang kembali kesana.

Wallahu’alam bilshawab

RENUNGAN 1 MUHARAM

Sudah Muharam lagi Sudah Tahun baru lagi

Selamat tahun baru kawan-kawan

Sudah tahun baru lagi

Belum juga tibakah saat kita menunduk memandang diri sendiri

Bercermin firman Tuhan, Sebelum kita dihisabnya Read more »

Diantara Keajaiban Perintah Sujud Terhadap Tubuh

Apabila anda sedang mengalami stress atau tensi anda naik, atau pusing yang berkepanjangan, atau mengalami nervous (salah satu penyakit penyimpangan perilaku berupa uring-uringan, gelisah,takut dll). Jika anda takut terkena tumor, maka sujud adalah solusinya…Dengan sujud akan terlepas segala penyakit nervous dan penyakit kejiwaan yang lainnya. Inilah salah satu penelitian yang dilakukanoleh Dr.Muhammad Dhiyaa’uddin Hamid, dosen jurusan biologi dan ketua departemen radiasi makanan di lembaga penelitian teknologi radiasi.

Sudah lumrah bahwasanya manusia apabila mengalami kelebihan dosis dalam radiasi dan hidup dilingkungan tegangan listrik atau medan magnet, maka hal itu akan berdampak kepada badannya, akan bertambah kandungan elektrik di dalam tubuhnya. Oleh karena itu Dr. Dhiyaa’ mengatakan bahwa sesungguhnya sujud bisa menghilangkan zat-zat ataupun hal-hal yang menyebabkan sakit.

Pembahasan Seputar Organ Tubuh

Dia adalah salah satu organ tubuh…dan dia membantu manusia dalam merasakan lingkungan sekitar, dan berinteraksi dengan dirinya, dan itulah tambahan dalam daerah listrik dan medan magnet yang dihasilkan oleh tubuh menyebabkan gangguan dan merusak fungsi organ tubuh sehingga akhirnya mengalami penyakit modern yang disebut dengan “perasaan sumpeg”, kejang-kejang otot, radang tenggorokan, mudah capek/lelah, stress…sampai sering lupa,migrant, dan masalah menjadi semakin parah apabila tanpa ada usaha untuk menghindari penyebab semua ini, yaitu menjauhkan tubuh kita dari segala peralatan dan tempat-tempat yang demikian.

Solusinya???

Harus dengan mengikuti sesuatu yang dirihoi untuk mengeliminir hal itu semua…yaitu dengan bersujud kepada satu-satunya Dzat yang Maha Esa sebagaimana kita sudah diperintah untuk hal itu, dimana sujud itu dimulai dengan menempelkan dahi ke bumi (lantai). Maka didalam sujud akan mengalir ion-ion positif yang ada didalam tubuh ke bumi (sebagai tempat ino-ion negative). Dan seterusnya sempurnalah aktivitas penetralisiran dampak listrik dan magnet. Lebih khusus lagi ketika sujud dengan menggunakan 7 anggota badan (dahi,hidung,kedua telapak tengan,kedua lutut, dan kedua kaki) maka dalam posisi ini sangat memudahkan bagi kita menetralisir dampak listrik dan magnet.

Diketahui selama penelitian, agar semakin sempurna proses penetralisir dampak semua itu, maka sujud harus menghadap ke MEKKAH ( Masjid Ka’bah), yaitu aktivitas yang kita lakukan di dalam shalat (qiblat). Sebab Mekkah adalah pusat bumi di alam semesta. Dan penelitian semakin jelas bahwa menghadap ke Mekkah ketika sujud adalah tempat yang paling utama untuk menetralisir manusia dari hal-hal yang mengganggu fikirannya akan membuat rileks.

Sumber : http://iqrak.blogspot.com/2008/12/diantara-keajaiban-perintah-sujud.html

Obama Pelindung Israel!

Gegap gempita pemilihan presiden AS begitu menyita perhatian masyarakat . Tak hanya orang Amerika, di Indonesia pun banyak yang mengikuti perkembangan pemilu negara penjajah ini. Dan akhirnya Barrack Obama-lah yang terpilih. Banyak yang menaruh harapan besar padanya, tak hanya rakyat Amerika, tapi juga dunia. Bahkan orang-orang Islam pun juga terpengaruh, mengingat ada nama “Hussein” dalam nama lengkap Obama. Tapi bagaimana dia sebenarnya?

Pembaca harus memperhatikan berita yang ditulis situs kavkazcenter.com pada 31 Januari 2008. Read more »

Syahidkah Mereka??

Pemberian gelar Asy Syahid kepada Imam Samudra, Amrozy, dan Mukhlas pasca eksekusi mereka pada Ahad, 9 November 2008 menuai pro dan kontra. Sebagian kaum Muslimin bisa memahami dan setuju gelar mulia tersebut disematkan kepada mereka. Namun sebagian yang lain tidak setuju, bahkan tidak memahami apa makna dan mengapa gelar tersebut diberikan kepada mereka. Untuk memperjelas masalah ini Arrahmah.com mewawancarai Ustdaz Abu Jibriel yang ikut menjadi saksi pemakaman Imam Samudra di Serang, Banten. Berikut hasil wawancara tersebut:

Arrahmah.com: Assalamu’alaikum.Wr.Wb! Ustadz, apa kabar ? Langsung saja Ustadz, apa batasan seseorang bisa menyandang gelar Asy Syahid ? Dan apakah pemberian gelar tersebut diperbolehkan dalam Islam ?

Ust. Abu Jibriel: Wa’alaikumussalam Wr.Wb. Alhamdulillah baik. Memang sebagian manusia meragukan kesyahidan KAFILAH SYUHADA’ trio mujahid dan mereka mengatakan bukan mujahidin bahkan mereka menuduh teroris. Maka harus dijelaskan kepada mereka tanpa keraguan, BAHWA MEREKA ADALAH PARA MUJAHID DAN KEMATIAN MEREKA ADALAH SYUHADA’, Insya Allah.

Mengapa? Karena memberikan gelar syuhada kepada para mukmin mujahid yang syahid di medan perang, adalah sunnah Rasulullah. Rasulullah saw telah memberikan titel Sayyidus syuhada (ketua para syuhada) kepada Hamzah bin Abdul Muthallib. Adapun kepada mereka bertiga, pantas mereka mendapat titel tersebut karena beberapa alasan:

Pertama: Manhaj hidupnya jelas, mengikuti Salafus shalih. Lalu mereka berdakwah dan berjihad di jalan Allah untuk tegaknya syari’ah Allah. Sejak berumur belasan tahun sehingga kesyahidan menemui mereka, tak kenal penat dan lelah apalagi berhenti, dan itu berarti mereka telah memenuhi firman Allah,

Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (QS. Al-Hajj 15:99)

Kedua: Prinsip hidup mereka juga terang, hanya ibadah kepada Allah dan menjauhi thoghut, sebagaimana firman Allah,

Sembahlah Allah dan jauhilah thoghut.” (QS. An-Nahl 16:36).

Itulah prinsip hidup mereka sehingga syahid, tidak pernah berkompromi dengan pemerintah thoghut dalam dakwah dan jihad demi tegaknya syari’ah Allah.

Ketiga: Jalan hidup mereka, adalah: Iman-Hijrah-Jihad, ini menunjukkan mereka mengamalkan firman Allah,

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqoroh 2:218)

Kemudian mereka menempuh perjalanan I’dad memenuhi firman Allah,

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-Anfal 8:60)

Keempat: Peperangan mereka dan target musuhnya juga jelas, yaitu kuffar harbi, baik yahudi, nasrani, musyrikin, dan siapa saja yang tidak beragama dengan agama yang benar (yaitu Dienul Islam). Itu berarti mereka mengamalkan firman Allah,

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (Yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam Keadaan tunduk.” (QS. At-Taubah 9:29)

Kelima: Cita-cita hidup tertinggi mereka ialah meraih Syahid, dan ini insya Allah sudah pun tercapai, itu bermakna mereka mengamalkan firman Allah,

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah 9:111)

Dan tatkala kami bersama-sama di medan jihad, kami senantiasa mentelaah dan mendalami janji-janji dan pahala jihad dan mati syahid sebagai mana hadits berikut:

Miqdam Ibnu Ma’dikariba berkata, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:

“Bagi orang yang syahid terdapat 6 hal yang akan diterimanya, yaitu: Pertama, Allah memberi ampunan ketika pertama kali bergerak dan akan melihat tempatnya di Jannah. Kedua, selamat dari siksa kubur. Ketiga, selamat dari goncangan hari kiamat. Keempat, akan diberikan kepadanya mahkota kebesaran yang terbuat dari permata Yaqut sebagai tanda kehormatan yang jauh lebih mahal daripada dunia seisinya. Kelima, akan dikawinkan dengan 72 bidadari bermata jeli. Dan keenam, dapat memberi syafa’at kepada 70 keluarganya.” (HR. Ahmad: 16553)

Keenam: Ketika mereka melakukan operasi jihad di Bali yang berakibat mereka ditangkap, diintrogasi kemudian diadili dan diputuskan hukuman mati, mereka menghadapinya dengan ikhlas, tenang, tabah, tidak emosi, gagah berani, tanpa menyerah dan lemah semagat kepada thoghut laknatullah, itu berarti mereka telah mengamalkan dan mengambil pelajaran dari firman Allah,

Dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali-Imran 3:146)

Ketujuh: Bagi orang-orang yang mati syahid mempunyai tanda-tanda yang dapat disaksikan oleh orang yang hidup. Kebiasaan yang terjadi di medan jihad Afghanistan misalnya, ialah:

a. Ada aroma wangi jenazah para syuhada’.
b. Jenazahnya hangat dan tidak kaku, meskipun sudah beberapa jam telah wafat.
c. Darah kadang-kadang masih menetes dari lukanya, dan masih segar.
d. Senyuman manis dan wajah ceria seakan-akan sedang tidur biasa.
e. Burung-burung berwarna hijau kelam pekat menari-nari dan berputar-putar di atas jenazah.

Semua tanda-tanda itu terdapat paska syahidnya mereka bertiga, dan di samping hal tersebut terlihat kesabaran, keberanian, ketaqwaan dan tawakkal mereka, kerinduan mereka kepada syahid dapat disaksikan melalui ungkapan-ungkapan dan jawaban-jawaban di pengadilan dan selama berada di penjara thoghut.

Hidup mereka sibuk dengan dakwah meskipun di dalam penjara. Para nara pidana, para sipir mendapat keberkahan dengan dakwah mereka. Keteguhan iman dan kesabaran mereka bagaikan karang ditepi lautan, tidak bergerak meskipun diterpa oleh ombak dan badai.

Mereka telah dizalimi selama 6 tahun di penjara, waktu sebanyak itu mereka gunakan untuk beribadah, berzikir, bertaubat kepada Allah swt, dan sedikitpun dari waktu mereka tidak tersisa untuk taqarrub kepada Allah terutama menjelang eksekusi. Dengan demikian tidak ada keraguan bahwa mereka adalah kafilah syuhada, insya Allah.

Arrahmah.com : Jadi, harus ada proses atau amal jihad terlebih dahulu ? Makna jihad yang syar’i yang bagaimana Ustadz ? Apakah Imam Samudra, Amrozy, dan Mukhlas sudah menjalani jihad ?

Ust. Abu Jibriel: Memang demikian, karena syahid yang paling tinggi adalah mati di dalam jihad fie sabilillah di medan perang. Para ulama membagi mati syahid kepada tiga bagian.

Pertama: Syahid dunia akhirat, yaitu orang yang mati karena jihad untuk meninggikan kalimah Allah dengan ikhlas semata-mata mencari ridha Allah dan tidak dicampuri dengan niat-niat selainnya.

Kedua: Syahid dunia saja, yaitu orang yang berperang (dan terbunuh) karena mencari ghanimah, atau karena riya’, atau karena kenifakan, yang seperti ini tidak mendapatkan pahala, namun tetap diperlakukan atasnya hukum-hukum yang lahir. Kedua golongan syuhada’ ini diberlakukan atas mereka hukum-hukum orang yang syahid.

Menurut pendapat empat madzhab mereka tidak dimandikan dan tidak dikafani, juga tidak disholatkan jenazahnya, kecuali pendapat Mazhab Hanafi jenazahnya disholatkan.

Ketiga: Syahid akhirat saja, yaitu orang yang mati karena keruntuhan sesuatu, atau karena tenggelam, atau semisalnya. Sebagaimana yang pernah dijelaskan Rasulullah. Syahid yang seperti ini dimandikan, dikafani, dan disholati jenazahnya. [Lihat: Kitabul Fiqih ‘Ala Al-Madzhaabih Al-Arba'ah, oleh Al-Jaza'iri juz: 1]

Arrahmah.com : Saat ini, banyak kaum Muslimin yang lebih mengacu kepada peryataan (dianggap hadits) “Jihad yang lebih besar atau melawan hawa nafsu” dalam memahami makna jihad. Bagaimana menurut Ustadz tentang hal ini ?

Ust Abu Jibriel : Ya, memang ada slogan yang sangat masyhur di kalangan sebagian besar ulama dan kaum Muslimin yang menganggap itu sebuah hadits. Ungkapan itu muncul kononnya ketika Rasulullah saw pulang dari satu medan peperangan (perang tabuk) lalu beliau bersabda:

“Kita semua baru kembali dari jihad asghar menuju jihad akbar.” Para sahabat bertanya: “Apakah jihad akbar itu wahai Rasulullah?” Baginda menjawab: “Jihad hati atau jihad melawan hawa nafsu.”

Menurut penelitian para ulama pakar hadits ternyata slogan di atas bukanlah sebuah hadits, dan andainya dipaksakan menyebutnya sebagai hadits, maka kedudukannya ialah hadits maudhu’ (hadits palsu), juga slogan ini tidak tertulis di dalam seluruh kitab-kitab hadits shahih, namun di sana terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan al-Khatib al-Baghdadi rahimahullah dengan lafaz yang lain, dengan sanad dari Jabir ra, katanya: “Nabi saw ketika kembali dari suatu peperangan berkata:

“Kamu sekalian telah kembali kepada sebaik baik tempat kembali, dan kamu telah kembali dari jihad asghar (jihad yang lebih kecil) menuju kepada jihad akbar (jihad yang lebih besar). Para sahabat bertanya: “Apa jihad akbar itu wahai Rasulullah?” Baginda menjawab: “Jihadnya seseorang melawan nafsunya.” (Tarikh al-Baghdadi, 13/493)

Hadits ini dha’if karena di dalam sanadnya ada perawi yang bernama Khalaf bin Muhammad bin Ismail al Khiyam yang menurut al-Hakim: “Haditsnya gugur”. Dan kata Abu Ya’la al-Khalili: Ia banyak mencampuradukkan dan ia sangat lemah, meriwayatkan hadits yang tidak dikenal.” (Lihat Masyaari’ul Asywaaq ila Mashori’il ‘Usy-syaaq li Ibni an Nuhaas, 1/31)

Al ‘Iraqiy dalam Takhriju Ahaaditsi Al ihya’ mengatakan: Hadits tersebut diriwayatkan oleh Baihaqiy dengan sanad dha’if dari Jabir. (Risalah Jihad: Hasan Al Banna)

Al-Hakim dan Ibnu Abi Zur’ah mengatakan: “Kami banyak menulis keterangan dari Khalaf bin Muhammad bin Ismail hanyalah untuk i’tibar, dan kami berlepas diri dari mempertanggung jawabkannya.” (Lihat Miizaanul I’tidaal, 1/662)

Al Imam Ibnu Taimiyah mengatakan:

“Adapun hadits yang diriwayatkan oleh sebagian orang bahwa Nabi saw bersabda setelah perang Tabuk: “Kita kembali dari jihad asghar menuju kepada jihad akbar, adalah hadits yang tidak ada asalnya, tidak ada seorang pun dari kalangan pakar ilmu hadits yang meriwayatkannya. Dan jihad menghadapi kaum kuffar adalah amal yang paling agung, bahkan ia adalah perbuatan paling utama yang dilakukan manusia.” (Al Furqon baina Auliyaa-ir Rahman wa Auliyaa-isy Syaitan, hal 44 45)

Al Imam Hasan Al Banna berkata:

“Banyak disinyalir bahwa jihad memerangi musuh agama termasuk jihad ashgar, sedang yang dikatakan jihad akbar ialah memerangi hawa nafsu. Pendapat tersebut didasarkan pada sebuah riwayat:

“Kita telah melaksanakan jihad kecil dan akan menuju jihad besar. Para sahabat bertanya: apakah jihad akbar itu. Beliau menjawab: jihad hati atau jihad melawan nafsu.”

Sebagian umat Islam berupaya mengalihkan pandangan terhadap pentingnya jihad, mempersiapkan diri, berniat melaksanakan dan mengamalkannya, tetapi pada kenyataannya dalil yang digunakan bukanlah sebuah hadits, demikian kata Ibnu Hajar Al Asqalani di dalam Tasdidul Qaus. Namun yang masyhur ialah perkataan Ibrahim bin Abalah, dan ucapan itu memang sangat popular sehingga tampak sebagai sebuah hadits.

Andaikan hadits ini shahih makna yang dikandung bukan berarti mengenyampingkan makna jihad (dalam arti qital = perang) dan mempersiapkan segala kekuatan untuknya, sebab jihad itu dilakukan dalam rangka menyelamatkan biladil Muslimin dan menolak serangan orang-orang kafir yang menyerangnya. Dan yang terkandung di dalam hadits tersebut ialah wajib melawan hawa nafsu sehingga hati benar-benar ikhlas karena Allah. (Hasan Al Banna: kitab Risalah Jihad)

Dan yang lebih meragukan lagi ialah di dalam sanad hadits ini terdapat perawi yang bernama Yahya bin al Ula al Bajili yang menurut Imam Ahmad ia adalah kazzab (pendusta), pemalsu hadits. Dan kata Amru bin Ali, an Nasa’ie dan ad-Daruqutni: “Haditsnya matruk (ditinggalkan/tidak dipakai).” Dan kata Ibn ‘Adi: “Hadits-haditsnya maudhu’ (palsu).” (Lihat Tahdziibut Tahdziib, 11/261 262).

Demikianlah pendapat para ulama pakar hadits, dan secara logika yang sehat juga tidak dapat diterima, karena kalimatnya kita sudah kembali, sedang realitasnya belum pernah ada persiapan dan berangkat pergi berperang kok sudah kembali. Benar kalau itu Rasulullah saw yang mengatakannya karena beliau baru kembali dari perang Uhud, sedang kaum muslimin belum pernah berangkat..?

Dan andainya benar kenapa kaum Muslimin lebih memilih jihad besar (jihad hawa nafsu), sedangkan jihad kecil mereka takuti. Dan andaikata hadits ini benar, dia akan menhapuskan ayat-ayat Allah yang sangat banyak sekali dan hadits Rasulullah saw. Oleh karena itu, ungkapan tersebut tidak boleh dijadikan hujjah dan jika dipaksakan juga untuk menggunakandigunakan juga maka mereka adalah pendusta (Dajjal).

Arrahmah.com : Jadi pemberian gelar Asy Syahid kepada mereka (Imam Samudra, Amrozy, dan Mukhlas) dibenarkan secara syar’i ? Meski pun kita belum bisa atau tidak bisa memastikannya ?

Ust. Abu Jibriel: Hakekat syahid itu hanya Allah yang mengetahuinya. Kita hanya tahu tanda-tanda lahiriyahnya. Maka bahasa yang tepat ialah kita mengatakan “Insya Allah Syahid”

Arrahmah.com : Kalau menurut Ustadz, mereka bertiga layak digelari Asy Syahid ? Adakah ciri-ciri khusus yang menyertai syahidnya mereka ?

Ust. Abu Jibriel: Mereka insya Allah layak diberi gelar syahid, untuk ciri-ciri yang khusus seperti apa yang disebutkan di atas.

Arrahmah.com : Menurut Ustadz apakah ada pihak-pihak yang memang tidak senang dan secara terus menerus menanamkan keragu-raguan kepada Umat Islam akan kemuliaan jihad dan mati syahid ? Siapakah mereka ? Mengapa mereka melakukan hal tersebut ?

Ust. Abu Jibriel: Jelas ada, mereka adalah para thoghut dan antek-anteknya, para ulama su’, dan intelektual muslim yang terjangkit penyakit SIPILIS.

Arrahmah.com : Terakhir Ustadz, apa yang harus dilakukan umat Muslim di negeri ini pada umumnya ? dan untuk media-media Islam secara khusus ?

Ust. Abu Jibriel: Kaum muslimin harus bersatu padu menghadapi teroris yang sebenarnya, yang dipimpin oleh George Bush laknatullah, kemudian para ulama’ harus jujur menjelaskan makna Jihad yang sebenarnya dan aplikasinya agar umat tidak terkena fitnah syubhat atau kerancuan pengertian dan pemahaman akan Jihad.

Dan media-media Islam tidak boleh saling bermusuhan dan menghalangi penyiaran data islam yang benar, dan sebaiknya mereka harus saling bahu membahu untuk mendakwahkan Islam demi kejayaan Islam dan umat Islam.

Arrahmah.com : Jazakallah khairul Jaza’ Ustadz atas waktu dan ilmunya. Wassalamu’alaikum. wr. wb!

sumber : http://www.arrahmah.com, http://www.perpustakaan-islam.com/forum/viewtopic.php?f=22&t=119

MUJAHID VS TERORIS

Serang, 9 November 2008

Inilah suasana minggu pagi di kota serang Banten, pagi itu cuaca di serang tidaklah panas seperti biasanya. Langit yang mendung sepanjang hari dan hawa yang tidak terlalu panas lebih memberikan dukungan pada masyarakat untuk berbondong-bondong menyaksikan kedatangan mayat sang “Teroris”. Mereka sangat penasaran untuk menyaksikan hal ini. Padahal hanyalah mayat yang sudah tidak berdaya upaya, apalagi kalo orangnya yang masih hidup, mungkin masyarakat akan lebih banyak lagi yang datang walaupun dengan rasa was-was takut terjadi sesuatu.

gambar10 gambar11 gambar12 gambar201

Kalo saya perhatikan, pagi itu biasanya masyarakat kota Serang memadati alun-alun kota, apalagi saat itu di alun2 sedang mengadakan hiburan dan pameran hari jadi provinsi Banten. Saat itu saya langsung melewati kerumunan masyarakat dan menuju alun2 kota Seran. dan seperti inilah suasana disana…….

gambar14 gambar15

Suasana pameran itu terlihat lebih lengang karena banyak orang yang lebih penasaran untuk melihat kedatangan mayat dari Imam Samudera. Sebagian masyarakat menganggap bahwa Imam Samudera adalah “mujahid” dan sebagai pahlawan kota Serang, mereka tidak menganggap seperti apa yang dituduhkan oleh pemerintah yaitu sebagai Teroris. Teriakan “Allahu Akbar” seakan membuat badan merinding.

Perlu kita cermati perkataan “Teroris” mungkin dulunya adalah sebutan pemberontak. Dan Perkataan Teroris ini pertama kali dilontarkan oleh Amerika terhadap kaum muslimin yang hendak menegakkan syari’at Islam. Sehingga sebutan teroris tak asing bagi kita. Ini hanyalah sebuah intimidasi dari negara yang merasa menguasai dunia. Karena mereka taku apabila ada negara yang mengatasnamakan Islam pasti semua kepentingan mereka akan tergoyahkan dan mungkin akan terkalahkan.

Yang menjadi pertanyaan apakah benar yang dilakukan oleh Imam Samudera sebagai tindakan seorang Mujahid ataukah mereka hanya korban dari fitnah yang sengaja menginginkan ummat islam menjadi tabu terhadap makna Jihad? Tentunya untuk mengetahui hal ini perlu mengkaji lebih jauh lagi apa dan bagaimana Jihad yang dicontohkan oleh Rosulullah sehingga Kita bisa menjadi Mujahid sejati. Bukan hanya percaya pada satu sumber saja hanya karena seorang profesor yang menjelaskannya. Seorang Kiayi pun atau Profesor kiayi pun kalo berada dalam doktrinasi dan intimidasi tak akan mungkin mau menjelaskan makna Jihad yang sebenarnya di depan umum apalagi ini ditayangkan di televisi. Jadi benarkah Imam Samudera CS adalah seorang Mujahid ataukah “Teroris”. silahkan ikuti terus kajian ini.

Wallahu ‘alam

IEDUL FITRI 1429H

Kepada segenap REkan-rekan, sahabat-sahabat serta pembaca semuanya, Kami (Firman & Kel) mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI 1429H Taqobalallahu minna waminkum.. Shiyamana wa shiyamakum…

ZAKAT

“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia menambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah.Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencari keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).” (QS. Ar-Ruum, 30:39)

Kutipan terjemahaan Surat Ar-Ruum ayat 39 di atas mengingatkan akan kewajiban kita sebagai seorang muslim, ini hanya salah satu ayat yang dikutif karena masih banyak ayat2 yang lain dalam Al-Qur’an yang memerintahkan agae kita menunaikan zakat. Menjelang akhir Ramadhan yang suci ini sudah merupakan suatu kewajiban bagi seluruh ummat Islam untuk menunaikan zakat fitrah (walaupun zakat bukan hanya zakat fitrah:”klik disini untuk mengetahui tentang zakat”). Berbagai aktivitas yang diadakan Yayasan, LSM, DKM Mesjid dan instansi pemerintah diadakan untuk mengambil dan menyalurkan zakat pada yang berhak menerimanya.

Namun apa yang kita dengar akhir-akhir ini, masih banyak orang yang membagikan zakat tersendiri tanpa jelas siapa saja yang sebenarnya harus mereka beri. Akhirnya seolah dengan sengaja, yang seharusnya zakat ini bisa memberikan kesejahteraan pada masyarakat yg miskin justru malah membawa sengsara bahkan sampai menimbulkan kematian. Apakah ini yang Rosulullah contohkan?? Apakah seperti ini yang Rosulullah perintahkan????

Tentu saja Rosulullah tidak pernah memberikan contoh seperti itu, dan Islam tidak memerintahkan bentuk penyaluran zakat seperti itu. Zakat seharusnya bisa dikelola dengan baik oleh instansi yg ditunjuk oleh pemerintah sehingga dengan adanya zakat bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat yang kurang mampu. Pada masa pemerintahan Rosulullah tentu saja hal ini dikelola dengan manajemen yang baik. Zakat ditunaikan  tentu tidak seenaknya orang memberikan langsung tetapi harus melalui proses yang sesuai dengan apa yang diperintahkan dalam Islam.

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketemtraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah,9:103)

Melihat kutipan ayat tersebut tentu memberi dan menerima zakat ada proses ijab kabul yang jelas sehingga siapa yang memberi (atas nama siapa) dan siapa yang menerimanya bisa dengan jelas diketahui. Dari sinilah zakat dikumpulkan dan dikelompokkan zakat apa saja yang masuk. Kemudian Warga yang berhak menerimanya pun didata dengan benar berapa jumlah dalam satu keluarganya sehingga mereka memang mendapatkan bagian yang layak.

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para Mu’allaf yang dibujuk hatinya,untuk (memerdekaan) budak, orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Biajaksana.” (QS. At-Taubah, 9:60)

Dan tentunya dari kriteria tersebut di atas masih harus ada keterangan yang jelas bahwa seseorang itu memang fakir ataupun miskin dan sebagainya. Sehingga kita tidak salah sasaran dalam menyalurkan zakat fitrah ini.

Seharusnya dengan jumlah masyarakat indonesia yang banyak ini bisa lebih mensejahterakan rakyatnya jika zakat ini dapat dikelola dengan baik. Bukan  menambah sengsara terhadap rakyat. Bukan menambah penderitaan rakyat. Mungkinkah ini yang menyebabkan orang2 berbuat sendiri karena sudah tidak ada lagi kepercayaan kepada instansi pemerintah yang mengelola zakat??? jawabannya bisa anda telaah sendiri :D