Apa yang musti disyukuri

Sepertinya kita tidak pernah memikirkan apa yang kita miliki saat ini. Mereka yang sudah memiliki segalanya sepertinya sempurnalah sudah dalam hidup ini, tetapi tetap mereka merasa ada yang kurang. Mereka yang kekurangan sepertinya hanya keluh kesah yang hadir dalam dirinya dan pertanyaan yang muncul adalah kenapa kita tercipta seperti ini padahal disana banyak orang yang bermewah-mewahan…….

Mmmmm…. Sepertinya kalau kita hanya memandang sebelah mata dalam hal ini hanya kehidupan dunia saja tentunya kebahagiaan itu hanya yang terbersit dalam pandangan mata saja yaitu fisik material… Rasanya banyak sekali hal yang kita lupakan yang harus disyukuri….

Tidakkah kita ingat kalau saat ini masih diberi kesehatan……. Siapa yang memberi kesehatan itu??? Tidakkah kita ingat kalau saat ini kita masih bisa melihat….. Siapa yang memberi penglihatan itu??? Tidakkah kita ingat kalau saat ini kita masih bisa mendengar….. Siapa yang memberi pendengaran itu??? dan banyak lagi..

Suatu saat saya mencoba merenung di keheningan malam, seandainya mata kita tidak pernah diberi ngantuk… apa yang terjadi????? seandainya mata kita terbuat dari kaca… apa yang terjadi??? lalu bagaimana kalau mata kita tidak memiliki air mata??? … itu baru mata yang kita pikirkan belum hidung, belum telinga, belum tangan, belum mulut, belum kaki, belum tubuh dan isinya, dan banyak lagi yang ada di tubuh kita….

Lalu apa yang membuat kita tidak bersyukur pada-Nya, Allah menyatakan dalam surat Al-Araf: 179
“Dan sesungguhnya kami jadikan untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka punya hati tapi tidak digunakan untuk melihat dan mereka punya telinga tapi tapi tidak digunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu seperti binatang ternak bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.
Dalam ayat ini Allah Taala mengabarkan tentang sifat-sifat penduduk neraka jahanam yaitu orang-orang yang tidak mensyukuri apa yang telah Allah berikandalam hal ini tidak mau menggunakan sarana-sarana untuk mendapatkan ilmu yaitu: akal, pendengaran, dan pengelihatan sehingga mereka menjadi orang-orang yang bodoh. Dan Allah gambarkan seperti binatang ternak dan bahkan lebih sesat daripada binatang ternak.

Maka bagaimana kalau hal ini terus berlarut-larut dibiarkan ?
Semoga tulisan singkat ini menjadikan peringatan bagi kita semua, sehingga kita semua tersadar untuk merubah keadaan yang berbahaya dan mengerikan ini untuk kemudian meraih kehidupan yang diridloi oleh Allah Taala yang akan mengantarkan kepada kebahagiaan yang abadi, di dunia maupun di akherat.

One Response

  1. My summary: Never took anything for granted…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: