Hasil UN 2008

Rasanya sulit mengikis kebiasaan bangsa ini untuk menjadi bangsa yang besar dan bangga akan hasil yang diperoleh dari jerih payah sendiri. Pemerintahpun rasanya terlalu memaksakan tanpa melihat studi kelayakan dari diberlakukannya standar kelulusan ini. Akhirnya yang terjadi adalah dunia ini semakin dipenuhi oleh penduduk hutan belantara dengan aturan hutan yang berlaku. Mereka yang kuat yang akan lolos atau menang, mereka yang kaya yang mudah lulus dan mereka yang cerdik yang akan berhasil.

Streessss.. yang dirasakan siswa ketika akan menghadapi ujian nasional itu berimbas kepada orang tua. Orang tua pun merasa khawatir, sehingga mencari jalan seperti yang diungkapkan di atas. Guru, Kepala sekolah dan semua pihak yang terkait tak mau namanya tercoreng hanya karena siswanya banyak yang tidak lulus. Ini sudah bukan rahasia lagi. Ada yang bermain di atas dan ada yang bermain di bawah yang penting luluuussssss………

Kecerdasan dan kepribadian bangsa ini menjadi nomor sekian setelah yang diatas diungkapkan. Apa ini yang dinamakan mengukur kualitas dari pendidikan di negeri ini. apa sebenarnya yang harus ditinjau kembali oleh pemerintah sehingga memang layak negeri ini diberlakukan peraturan kelulusan seperti itu???? Seepertinya tak ada yang bisa dibanggakan oleh sebuah sekolah hanya karena siswanya lulus semua, prestasi pun sudah tak bisa menjadi ukuran. Hanya kejujuran yang bisa diharapkan saat ini.

Standar kelulusan saat ini belumlah tepat untuk memperbaiki kualitas pendidikan di negeri ini. Perbaikan mental lah yang perlu terus digembleng untuk meningkatkan kualitas pribadi bangsa ini. Pendidikan hanyalah efek dari sebuah perbaikan mental. Seseorang akan termotivasi tuk memperbaiki kualitas pendidikannya kalau dia menyadari kewajibannya, dan ini berkaitan dengan mental. Mental siapa yang harus diperbaiki???? Pemerintahkan??? Pakar pendidikkah??? Masyarakatkah??? Pelajarkah???? Lalu bagaimana cara memperbaikinya????

Kita semua tahu di negeri ini banyak sekali dana yang digunakan pada hal-hal yang sia-sia. Rasanya tak ada alokasi dana untuk memperbaiki semua ini, yang ada hanyalah bagaimana “mereka” memanfaatkan dana tersebut untuk kesenangan mereka.

Lalu siapa yang patut disalahkan apabila ada seorang anak mencoba bunuh diri hanya karena menerima sehlai kertas yang menyataka bahwa dia tidak lulus??? lalu siapa pula yang patut disalahkan ketika sebuah sekolah terpuruk hanya karena lebih dari 50% siswanya tidak lulus????

2 Responses

  1. Baru saja saya melihat sebuah blog milik salah satu guru SMA negeri (ter-favorit) di jakarta. Di blog itu dipampang besar-besar hasil UN siswanya yang mendapat nilai yang sangat tinggi. Dengan terkesan sombong, blog itu memuji-muji para siswa yang mendapat NEM luar biasa itu.
    Tak lupa pula SMUN(x) itu mendeklarasikan diri sebagai SMA dengan NEM tertinggi di Jakarta. Melihat blog itu, saya hanya tersenyum miris.

    Sebenarnya konsep dasar diberlakukannya Ujian Nasional adalah untuk mengukur kompetensi siswa terhadap materi standar yang diajarkan. Namun pada praktiknya, Ujian Nasional dijadikan sebagai alat penentu kelulusan, bukan sebagai instrumen pengukur kompetensi. Pada akhirnya, UN hanya berakhir sebagai ajang mendapatkan “prestise” bagi sekolah. Nilai UN tinggi di suatu sekolah belum tentu merupakan nilai “murni” siswa tersebut. Dengan kata lain, mungkin saja ada “permainan” yang dilakukan oleh siswa, yang mungkin tidak diketahui guru.
    Oleh karena itu, mari kita kembali ke konsep awal pendidikan. Bukankah orientasi dari pendidikan adalah proses, bukan hasil semu yang dicapai???

  2. Semua pihak harus terlibat dalam hal ini, dulu guru mengawasi murid dengan sangat baik dalam pelaksanaan un, sekarang malah guru yang diawasi polisi dalam pelaksanaan un…… luar biasa….. inilah wajah pendidikan bangsa ini…..
    Untuk kembali kekonsep awal dari pendidikan ini, butuh mental yang baik dari semua pihak terutama mereka yang mengaku sebagai pejabat pengelola pendidikan……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: