M O S

Masa Orientasi siswa adalah proses tradisiyang sering diadakan setiap tahun pelajaran baru. Dimana siswa baru diharuskan mengikuti kegiatan tersebut agar lebih mnegenal lingkungannya, kakak2 kelasnya serta bapak dan ibu guru serta karyawannya. Seiring pergeseran jaman, kini kegiatan MOS mulai “ditertibkan” oleh dinas dengan berbagai “aturan” yang dalam kata lain lebih menjunjung tinggi tentang HAM.. Boleh dibilang kegiatan MOS saat ini mungkin lebih halus bila dibandingkan dengan OPSPEK. Seolah Opspek atau apapun namanya, suatu bentuk kegiatan yang tidak diperbolehkan dan terkesan menakutkan, membahayakan serta merugikan siswa baru. Tanpa melihat sisi positif lain yang ditimbulkan oleh kegiatan Opspek tersebut.

MOS ataupun OPSPEK memang merupakan kegiatan yag melatih atau lebih kepda pembinaan mental dan kepribadian sehingga siswa dapat lebih mandiri dan dewasa dalam menghadapi segala permasalahan yang dihadapi. Namun seperti halnya sejarah kegiatan ini bergantung kepada siapa yang berkuasa dan siapa yang menjalaninya serta apa niat dari para pelakunya. Kedisiplinan, pembinaan mental atau apapun ternyata  hanya menjadi slogan pembenaran kegiatan tersebut. Namun pada prakteknya hanyalah sebuah bentuk pembalasan dendam akibat dari senior2nya yang terdahulu. Dari sini qta mungkin bisa bercermin bagaimana bisa mendewasakan anak sementara sang pendidiknya tidak bersikap dewasa….. Masih layakkah kegiatan MOS ataupun OPSPEK diadakan dengan pelaku seperti itu???? akankah ada yang mengkaji lebih jauh dan memberikan solusi terhadap kegiatan ini supaya sasaran pembinaan kedisiplinan, mental dan kepribadian itu tercapai????

Artikel ini ditulis atas dasar keprihatinan kita terhadap anak bangsa yang sudah mulai semrawut dalam perilakunya.. Ketika kita hendak mendisiplinkan dengan berbagai tindakan namun kita terancam oleh komnas HAM padahal apa HAM itu dan siapa HAM itu tidak pernah mereka mengerti. Amerika saja yang menjunjung tinggi HAM adalah pelaku utama dalam pelanggaran HAM lalu siapa yang bisa menuntut mereka, tak ada satu negarapun yang mau melakukannya, sementara kita yang sudah jelas hendak mendidik anak ditakut-takuti dengan ancaman melanggar HAM dan hukuman penjara…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: