DAMPAK TEKNOLOGI

Sejak merebaknya teknologi selular dengan tingkat harga yang relatif murah baik ponselnya maupun pulsanya, semakin mempermudah setiap orang untuk memilikinya. Mulai dari anak SD sampai Aki jeung Nini yang sudah tidak bekerja pun berbekal Handphone. Hal ini mungkin sesuatu yang sudah lumrah di tengah era teknologi saat ini.

Namun kondisi seperti ini malah berdampak buruk bagi perkembangan anak apabila tidak dibekali dengan kedisiplinan dalam penggunaan. Seperti halnya HP yang berkamera sehingga banyak disisipi gambar atau video yang tseronok. Sehingga banyak sekolah melarang siswanya membawa HP yang berkamera. Karena sudah dapat dipastikan HP berkamera pasti memiliki fitur yang cukup lengkap untuk memutar video, mengirim gambar dan sebagainya.

Ternyata bukan hanya itu yang terjadi, dengan adanya siswa membawa HP walaupun tidak berkamera, mereka malah lebih banyak sibuk dengan mengotak-atik sms atau memutar lagu mp3. Mungkin ini hal yang biasa tapi kalo sudah dikerjakan pada saat belajar di kelas atau pada saat sang guru menjelaskan, tentunya ini pemandangan yang sangat mengganggu. Sehingga tak sedikit siswa yang diambil HP nya dan dipanggil orang tuanya untuk diberi peringatan.

Masih mending ternyata di negara kita ini hanya diambil HP nya dan dikembalikan lagi melalui orang tuanya. Karena di negara maju seperti di amerika malah kejadian seperti ini dilaporkan pada pihak yang berwajib..mmmm… bayangkan kalo hal itu terjadi di kita, pasti dech orang tua atau keluarganya udah menghubungi pembela HAM untuk dapat mengeluarkan anaknya… coba dech lihat kutipan yang terjadi di Amerika yang saya ambi dari artikel detik.com

340996441-sms-an-di-kelas-pelajar-ditangkap-polisi1

Sebuah kasus langka terjadi di mana gara-gara SMS-an di dalam kelas, seorang pelajar wanita usia 14 tahun ditangkap polisi. Pihak sekolah menghubungi aparat karena pelajar itu menolak berhenti mengutak atik SMS saat pelajaran matematika tengah berlangsung.

Pelajar yang tak disebut namanya itu tetap ngeyel meski berulangkali diperingatkan gurunya. Pada pihak sekuriti sekolahnya yang berada di wilayah Wisconsin Amerika Serikat tersebut, dia juga membantah memiliki ponsel meski fakta mengatakan sebaliknya.

Dikutip detikINET dari United Press International, Rabu (18/2/2009), pihak sekolah yang jengkel dengan ulah sang siswa langsung memanggil polisi. Polisi pun menggeledah si pelajar dan menemukan ponsel yang disembunyikannya di balik pakaian. Ponsel bermerek Samsung tersebut langsung disita sementara sang siswa dibawa ke kantor polisi. Menurut keterangan kepolisian, pelajar tersebut memang sudah sering bertindak negatif sehingga penahanan itu diharapkan bakal membuatnya jera. Meski akhirnya dibebaskan dengan membayar sejumlah denda, dia diskorsing dari sekolah selama seminggu.

One Response

  1. gimana kabarnya nee……
    bener banget kk yah itu ada sisi buruknya dari hp yah jadi musti hati” az deee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: